Sunday, September 30, 2012

Resensi Buku


Identitas Buku
Judul buku      : FEMINISME MUSLIMAH (Eksistensi Perempuan dalam Pentas Politik dan Penegakan    Peradaban Islam)
Pengarang       : Dra. Ngudi Astuti, M.Si.
Penerbit           : Media Bangsa
Tahun terbit     : 2010
Tebal buku      : 181 halaman

Isi Buku
            Dalam buku ini yang membahas tentang Perempan, Politik, Pradaban, dan Islam ini terbagi menjadi 6 (enam) bab.
            Bab pertama membahas tentangg pentingnya para perempuan mengetahui sejarah gerakan feminisme di Barat, aliran-aliran feminisme, teori-teori feminisme, gerakan gelombang feminisme sejak dari gelombang pertama, gelombang kedua sampai gelombang ketiga, sampai tokoh-tokoh dibalik suksesnya gerakan feminisme di Barat.
            Selanjutnya, bab kedua membahas pentingnya landasan hukum Internasional; mulai dari Declaration of Human Right sampai CEDAW dan hukum-hukum di Indonesia yang meliputi: UU Parpol, UU KDRT sampai Inpres No. 9/2000 tentang Pengaruh Utamaan Gender (PUG). Serta didukung oleh Dasar-dasar dalam hukum Islam, yaitu ayat-ayat Al-Quran dan Hadist yang sangat akurat.
            Bab ketiga membahas perjuangan berbagai ideologi perempuan yang begitu penting menjadi kajian intelektual dan ilmiah yang perlu dibahas dan disosialisasikan baik dalam kajian akademis maupun dalam kajian partai politik atau dalam diskusi lembaga swadaya masyarakat. Dalam bab ini juga membahas pentingnya memahami bahasa dan dekontruksi budaya terhadap perempuan, agar masalah kultur yang membelenggu perempuan bis dikikis. Dan seiring dengan perkembangan peradaban Islam maka daya kritis atau intelektual perempuan muslim bisa berkembang dengan pesat.
            Bab keempat membahas tentang perjuangan ideologi politik perempuan yang menjelaskan mengenai perempuan dalam kajian ideologi, kendala-kendala iddeologis perempuan. Bab ini juga membahas tentang berbagai ideologi yang diperjuangkan oleh perempuan dan bentuk perjuangan perempuan dalam ideologi Islam.
            Bab kelima membahas tentang perjuangan politik perempuan islam di Indonesia serta kendala dan harapan perempuan muslim di Indonesia. Dalam bab ini dijelaskan juga mengenani berbagai kendala-kendala yang dihadapi perempuan Indonesia, yaitu dalam kondisi perempuan di bidang pengarusutamaan gender, kondisi perempuan di bidang pendidikan, kondisi perempuan di bidang ketenagakerjaan, kondisi perempuan di bidang hukum, kondisi perempuan di bidang kesehatan, dan kondisi perempuan di bidang ekonomi.
            Dan terakhir pada bab keenam membahas tentang strategi pemberdayaan perempuan. Pada bab inii terinci mengenai makna pemberdayaan perempuan, peranan pemberdayaan perempuan, dan beberapa kebijakan yang diberikan kepada perempuan, antaranya kebijakan kuota perempuan yang Pro, dan kebijakan kuota perempuan Kontra.
            Dalam buku ini juga diekplanasikan tentang peran Islam dalam memperjuangkan hak-hak politik perempuan, seperti makna konsep Tauhid yang sesungguhnya adalah konsep pembebasan perempuan dalam menentukan pilihan hidupnya. Islam sebagai agama yang rahmatal lil ‘alamin, Islam memuliakan perempuan. Dan Allah Swt. memandang manusia berdasarkan takwanya. Demikian juga dengan perempuan, juga dapat dilihat dari kualitas prestasi takwanya, kualitas intelektualnya, kreativitasnya, bukan sebagai manusia yang bisanya hanya di belakang laki-laki atau makhluk kedua konco wingking yang secara terminologis budaya perempuan adalah makhluk yang tidak perlu diperhitungkan.


Komentar Terhadap Buku

            Perempuan dalam pentas politik Islam adalah kajian yang menarik untuk terus di cari cara solusi baik dari pemikiran Barat, pemikiran Timur serta Islam dan selanjutnya di aplikasikan dalam konteks ke Indonesiaan. Karena tinggi rendahnya suatu peradaban Islam terletak pada pemaknaan penempatan kedudukan perempuan yang sebenarnya. Tanpa didukung perempuan yang cerdas dan shalehah maka perkembangan peradaban Islam akan mengalami kesulitan. Maka membaca buku ini menyadarkan kembali tentang pentingnya memotivasi, memberikan pubic sphere agar pemberdayaan perempuan Indonesia lebih bergairah. Seperti yang dibicarakan dalam bab pertama yang membahas tentang pentingnya para perempuan mengetahui sejarah gerakan feminisme. Spirit dari sejarah ini agar menjadi sumber motivasi dan inspirasi bagi perempuan Indonesia.
            Dalam buku ini juga disertai dengan dasar-dasar hukum Islam, yaitu ayat-ayat Al-Quran dan Hadist yang sangat akurat yang bertujuan agar perempuan muslim yang membacanya yang memiliki peran dalam pentas politik Islam tidak ragu-ragu lagi untuk maju dalam memperjuangkan aspirasi politiknya untuk merebut masa depan yang lebih baik demi tegaknya peradaban politik Islam yangg ramah pada perempuan.
            Setelah membaca buku ini, jujur saja saya tidak menemukan kelemahan dalam buku ini. Bahasa yang digunakan pengarang dalam buku ini benar-benar membangun perempuan yang membacanya untuk menaikkan derajat kaum wanita dalam perannya di dalam politik di Indonesia. Buku ini menuntun perempuan Indonesia untuk menempatkan diri mereka dalam membuat kebijakan-kebijakan dalam pentas politik.
            Di buku ini penulis juga menyinggung masalah-masalah yang dihadapi oleh perempuan Indonesia sekarang-sekarang ini. Masalah yang disebutkan adalah masalah yang cukup kompleks dalam bidang ekonomi, sosial, politik, budaya, bahasa, pendidikan, kesehatan, ideologi, dan penafsiran agama.
            Saya menyukai pendapat penulis yang disebutkan secara tersirat bahwa perempuan adalah aset atau sumber insani pembangunan bangsa dan negara, karenanya melibatkan perempuan dalam seluruh aspek kehidupan adalah suatu keniscayaan jika peradaban yang akan di bangun adalah peradaban Islam, yang demokratis, besar, dan agung.
Menurut pendapat penulis ini, menurut saya sangat tidak sesuai dengan keadaan politik di Indonesia sekarang ini. Maksudnya adalah, dalam politik dapat melibatkan perempuan dan bahkan dapat mengagung-agungkan perempuan apabila politik Indonesia menganut politik Islam, karena Islam sangat mengagungkan perempuan. Tetapi sesuai dengan keadaan di Indonesia sendiri, Islam tidak dapat dicampurkan ke dalam Politik Indonesia. Karena seperti yang kita ketahui ada lima agama yang sah di Indonesia, maka jika poitik Indonesia menganut sistem Islam, itu tentu tidak akan sesuai dengan keadaan Indonesia itu sendiri.
            Selain itu, saya juga sangat menyukai tema yang dikembangkan oleh penulis dalam buku ini. Buku ini memiliki tema yang sangat menarik untuk didiskusikan baik dalam kalangan akademis, Parpol, Ormas, LSM, maupun masyarakat awam.
            Tema yang diangkat oleh penulis ini memposisikan peran politik perempuan pada tempat yang terhormat adalah perintah konstitusi dan perintah agama. Kehadiran perempuan dalam sejarah peradaban dan politik bangsa layak untuk dicermati oleh para pemimpin Republik ini, dengan segala dinamikanya karena perempuan adalah aset bangsa.
            Buku ini dapat menambah wawasan sumber energi dan motifasi bagi para pejuang politik perempuan di tanah air Indonesia, agar bisa mempengaruhi kebijakan sistem politik yang adil dan memihak terhadap perempuan. Selain itu juga dapat membuat perempuan yang membaca buku ini menjadi perempuan yang anggun dalam moral dan berwibawa secara intelektual. Karena bahasa-bahasa yang digunakan olehh penulis dalam buku ini benar-benar membangun dan membuat motivasi bagi perempuan untuk maju dan berkembang dalam pentas politik di Indonesia.

I can not live without